Memberi Tanpa Pertimbangan


memberiCobalah untuk mengawali suatu hari anda dengan niat untuk memberi. Mulailah dengan sesuatu yang kecil yang tak terlalu berharga di mata anda. Mulailah dari uang receh. Kumpulkan beberapa receh yang mungkin tercecer di sana-sini, hanya untuk satu tujuan: diberikan. Apakah anda sedang berada di bis kota yang panas, lalu datang pengamen bernyanyi memekakkan telinga. Atau, anda sedang berada dalam mobil ber-ac yang sejuk, lalu sepasang tangan kecil mengetuk meminta-minta. Tak peduli bagaimana pendapat anda tentang kemalasan, kemiskinan dan lain sebagainya. Tak perlu banyak pikir, segera berikan satu dua keping pada mereka.

Barangkali ada rasa enggan dan kesal. Tekanlah perasaan itu seiring dengan pemberian anda. Bukankah, tak seorang pun ingin memurukkan dirinya menjadi pengemis. Ingat, kali ini anda hanya sedang “berlatih” memberi; mengulurkan tangan dengan jumlah yang tiada berarti? Rasakan saja, kini sesuatu mengalir dari dalam diri melalui telapak tangan anda. Sesuatu itu bernama kasih sayang.

Memberi tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus sungai. Arus sungai adalah rasa kasih dari dalam diri. Sedangkan batu adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri. Sesungguhnya, bukan receh atau berlian yang anda berikan. Kemurahan itu tidak terletak di tangan, melainkan di hati.

20 Responses to Memberi Tanpa Pertimbangan

  1. sunawang says:

    beri sedikit waktu untukku mengatakan kagum atas perasan keringat memalui petikan merdu gitar lusuhmu,atau dentuman irama musik tabuhmu #pengamen gan.hahaha woyo woyo

  2. tapi memberi pengemis bukan berarti mengasih sayangi mereka .. seperti brosur2 yang dipasang pemerintah di pinggir jalan2.. memberi kpd orang2 yg benar2 membutuhkan .. kalau pengemis itu adalah pekerjaan mereka. kalau kita sering memberi mereka uang, mereka akan mals kerja nanti :)

  3. ayah iffa says:

    mohon ijin untuk di copy…
    semoga ilmunya berkah dan manfaat

  4. ietha says:

    cerita dan kata-katanya sangat memotivasi

  5. Keke says:

    Mohon ijin copy paste yaaa… love thiss… thank youu :)

  6. RMR says:

    Sangat sedikit orang mampu memberi tanpa pertimbangan.
    Kebanyakan orang mempertimbangkan apa dia mampu memberi sedangkan dialah yg pantas diberi.
    Terima kasih atas pencerahannya.

  7. Bhaenyuz says:

    Pertimbangan adalah yg penting untk melakukn sesuatu yg menguntgkn,..tp membri sesuatu yg brmnfaat lbh brarti dripd hrs mempertimbgkn hrskh melakuknnya,..

  8. Putra says:

    good,,,! is veri good

    tak seorang pun ingin memurukkan dirinya menjadi pengemis. Ingat, kali ini anda hanya sedang “berlatih” memberi; mengulurkan tangan dengan jumlah yang tiada berarti?

    tnks

  9. NUNIK FATIMAH says:

    YUpppppsss…………
    I Agree With U……………

  10. Thanks…Artikelnya, Ijin aku tempel di Blog ya Mas…..salam kenal

  11. mild7s says:

    ijin copy gan

  12. Anca says:

    sulit membedakan pengemis yang bnr2 bth dengan pgmis yg pekerjaan sambilan.. :(

  13. heriyanto says:

    ijin copy ya….smg ssaling berbagi bisa saling mengingatkan,,,untuk sesama bs saling berbagi rizki

  14. soe says:

    permisi sob, ane copy ya untuk fp ane..

  15. Angga says:

    ijin share mas…

  16. tpribadi says:

    Very good to motivate myself , and me team

  17. lo says:

    ijin share ya?? :) makasi

  18. Silva says:

    Mohon izin copy yah :)

  19. kisah.y bagus bangett,
    like this yoo !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 33,562 other followers